Men in Black III, 2012

Film lanjutan

Posted in Movie | Leave a comment

Once Upon A Time In Anatolia, 2011

Film dibuka dengan adegan tiga orang pria sedang berkumpul dan minum-minum. Kemudian cerita berlanjut tengah malam segerombolan orang sedang melintasi daerah pedesaan dengan mobil. Gerombolan tersebut terdiri dari dua terdakwa pembunuh, seorang jaksa, seorang dokter, tukang gali. polisi dan tentara.

Gerombolan tersebut sedang mencari lokasi pembuangan mayat yang telah dikubur oleh dua pembunuh tersebut di area pedesaan. Namun karena mereka membunuh dalam keadaan mabuk jadi tidak ingat dimana persisnya mereka mengubur korban.

Dua pria pembunuh tersebut adalah kakak beradik Keenan dan Ramazan (menderita keterbelakangan mental) dan telah mengakui perbuatannya dan dengan sukarela bersedia menunjukkan pada polisi dimana mereka menimbun mayatnya.

Sepanjang perjalanan terjadi interaksi yang sangat menarik antara dokter dan jaksa, dokter dan polisi, dokter dan kepala polisi maupun antara dokter dan Keenan. Sepanjang perjalanan juga mereka semakin mengenal, meskipun mereka sudah saling kenal sebelumnya.

Dalam perjalanan tengah malam tersebut, mereka bicara santai seperti manusia normal lainnya. Bicara tentang yogurt, keju, daerah pedesaan, tentang petugas pajak dan keluarga masing-masing. sementara itu masing-masing mereka memiliki persoalan pribadi.

Film ini dibesut oleh Nuri Bilge Ceylan yang merupakan salah satu sutrardara tenama dari Turki. Dalam film ini Nuri mendapatkan pengharaan sutradara terbaik di Cannes Film Festival. Nuri juga dikenal lewat film Three Monkeys pada thaun 2008 yang juga mendapatkan penghargaan pada Festival Film Cannes.

Film ini lebih tepat merupakan film journey tentang karakter masng-masing. Film ini bukan film misteri tentang pengungkapan pembunuhan atau siapa yang membunuh. Film ini lebih kepada pengenalan beberapa karakter manusia dengan segala keunikannya. Karakter tersebut membuat penonton dapat memahami apa arti sedih, kesepian, marah dan benci.

Terus terang film ini bergerak dalam tempo lambat. Apalagi pada satu jam pertama yang lebih banyak adengan mereka turun dari mobil dan mencari mayat di rerumputan dan ladang. Kemudian naik mobil kembali dan berbincang tentang kejadian sehari-hari dalam hidup para karakter.

Nuri sebagai sutradara membuat film ini sangat detail. Saat rombongan berkunjung ke rumah kepala desa, penonton dapat melihat foto-foto yang dipajang di rumah kepala desa. Hal tersebut mengingatkan kita kondisi/budaya para penduduk desa.

Beberapa adegan sangat yang mengharukan adalah ketika si pembunuh, Ramazan dengan lugunya meminta minuman cola. Mentalnya yang terbelakang dan keinginannya meminum cola mmebuat penonton terharu dan trenyuh, betapa dia tidak paham tentang kekejaman dunia.

Kemudian adegan ketika mereka melihat wanita cantik dan memandang tanpa berkedip. Adegan itu mengingatkan mereka bahwa mereka masih bisa merasakan kecantikan seorang wanita dan sekaligus perasaan haru.

Film ini memang bukan untuk semua orang. Film ini lebih banyak adengan dengan percakapan karena itu film ini termasuk film talkie. Bila anda tidak menyukai film talkie mungkin akan cepat bosan menonton film ini. Namun meski demikian, film ini sangat layak ditonton karena film ini mengingatakan manusia apa adanya, kejadian dalam film ini begitu real dan dekat dengan kejadian yang dialami oleh orang-orang di dunia nyata.

Overall, dengan sinematik yang indah, karakter yang solid, penyutradaraan yang detail, membuat film ini menjadi sangat layak ditonton dan tidak mudah dilupakan.

My Rate  09.20

 

Posted in Movie | Leave a comment

Dark Shadows, 2012

Johnny Depp….

Posted in Movie | Leave a comment

Avengers, 2012

Meskipun banyak yang bilang bagus banget, yeahhh ini film hiburan. Tidak jelek, lumayan bagus, tidak bagus banget. Ceritanya terasa dangkal dan terlalu emmaksa untuk dipanjang-panjangi. Belum lagi tidak terdpaat chemsitry antara para pemain. Yah menonton Avengers seperti menonton parade artis kelas A dengan kostum haloweeen

Posted in Movie | Leave a comment

The Cold Light of Day, 2012

Satu keluarga berlibur ke Spanyol.

Posted in Movie | Leave a comment

Mirror Mirror, 2012

Kisah Snow white dibikin lebih modern oleh Tarsem Singh

Posted in Movie | Leave a comment

21 Jump Street, 2012

Masih ingat serial 21 Jump Street tahun 1980 an? nah film ini bukan kelanjutan kisah Tom Hanson. 21 Jump Street, 2012 berkisah tentang dua polisi muda, Morton Schmidt (Jonah Hill) dan Greg Jenko (Channing Tatum) yang menyamar sebagai siswa SMU. Kedua polisi ini sebelumnya telah saling mengenal karena dulu mereka teman sekolah.

Penyamaran mereka selama menjadi siswi SMu diisi dengan kekonyolan dan juga dibumbui kisah romantis. Sambil mereka menyelediki pengedar dan menyalur obat syntethic yang berbahaya yang beredar di SMU tersebut.

Film ini merupakan film yang dinati-natikan oleh remaja tahun 80an. Penonton ingin bernostlalgia series 21 Jump Street yang dulu ditayangkan di televisi.

Film ini disutradarai oleh Phil Lord and Chris Miller (terus terang saya belum pernah nonton film mereka sebelumnya).  meskipun mengambil judul yang sama dengan serialnya, namun film ini sama sekali berbeda dengan seri 21 jump Street. Film ini dibesut dengan lebih modern dan kental dengan suasana komedi.

Jonah Hill dan Channing Tatum bermain sangat apik di sini. Hanya dengan melihat wajah Jonah Hill, penonton sudah terpingkal-pingkal. Ditambah lagi kekonyolan Channing Tatum yang membuat penonton surprise karena selama ini dia jarang bermain komedi. Mereka Bukan saja mampu meyakinkan penonton bahwa mereka memang best friend, tapi juga mampu mengocok perut penonton dengan kekonyolan dan juga dialog yang kadang terdengar sangat sarkastis.

Pemain pendukung lainnya juga bermain bagus seperti Dave Franco yang bermain sebagai salah satu siswi SMU. Kemudian Brie Larson yang menjadi siswa SMU yang ditaksir oleh Morton.

Belum lagi kejutan yang sangat menarik dengan munculnya beberapa pemain top sebagi cameo. Kehadiran cameo tersebut dapat mengobati kerinduan para penggila serial 21 jump street.

Kekurangan film ini adalah pada beberapa adegan yang sangat vulgar. Dialog yang sangat sarkastis dan juga satu dua adegan yang tidak perlu. Dan tentu saja tidak terlalu mengejutkan bila film ini berhasil menjadi box office dan menjadi salah satu money maker bagi produsernya.

Overall, film ini sangat menghibur dan kocak. Layak ditonton di bioskop.

My rate : 7.75

Posted in Movie | Leave a comment