SKYFALL, 2012

 

James Bond kembali beraksi. Kali ini bukan mengangani teroris ala “america” dengan segala tendensi kepada dunia Islam/Arab maupun Rusia.  Kali ini missi sang agent 007 itu adalah untuk mengambil kembali disk yang berisi daftar nama agent yang menyamar di organisasi teroris dunia. Disk tersebut jatuh ke tangan orang yang tak terduga dan juga untuk tujuan yang tidak terduga.

Tema film ini adalah loyalitas. Setiap tokoh disini diuji loyalitas mereka satu sama lain. Apakah James Bond kali ini mampu melaksanakan tugasnya dengan cemerlang seperti sebelumnya sebagai agent ganda dengan seri 007?

Film ini disutradarai oleh Sam Mendes, salah satu sutradara terbaik Inggris saat ini  (American Beauty, Road to Perdition and Revolutionary Road) dan scenario ditulis oleh John Logan, Neal Purvis, and Robert Wade.

Seperti kata pepatah, tidak ada yang lebih memahami uniknya orang Inggris dan segala tetek bengek mereka selain mereka sendiri. Karena itu pemilihan Mendes sebagai sutradara sangatlah tepat. Mengingat film ini kembali lagi ke era Inggris dengan segala bangunan, sikap aristrokat, historical, kesopanan dan juga manner yang luar biasa.

Opening title merupakan adegan yang menjanjikan dengan menampilkan sedikit bocoran tentang apa film ini sebenarnya dan di mana lokasinya (mirip dengan penyajian opening title Mission Impossible IV) hanya saja ini lebih terasa personal dan touchy.

Adegan demi adegan mengingatkan kita kemegahan era Spy di film film Bond terdahulu. Bond yang rapi, terampil, memiliki kualitas humor yang tidak biasa dan segala tetek bengek detail yang menunjukkan bahwa dia orang Inggris. Bahkan film ini berhasil menampilkan Bond yang lebih garang, intelek dan cool.

Yah beberapa penonton kecewa dengan pemilihan villain yang terasa bagi mereka kurang WAH. Mana penjahat jaket kulit dengan wajah sangar dan seidkit brewokan? mmm mungkin penjahat kelas itu adanya di film film action kelas B. Penjahat di film James Bond ini lebih “berkelas” menunjukkan bahwa kelas dia sama dengan James Bond bahkan mungkin lebih. Penjahat di film Bond juga menggunakan jas rapi dengan wajah bersih dan bagus tanpa harus di tato aau dirusak agar lebih sangar. Tidak. Penjahat di film Skyfall tampil elegan dan rapi seperti pemeran protagonisnya.

Penampilan Javier Bardem sebagai penjahat Raoul Silva terasa sangat tepat (meski awalnya Mendes menginginkan Kevin Spacey yang mengisi peran villain itu). Bardem tampil seperti bunglon di film ini. Dari penjahat dengan efek psikologis yang sangat kental hingga menjadi villain yang kelelahan secara emosional.Penonton diajak untuk melihat Javier Bardem sekali lagi berperan mencekam seperti perannya di No Country For The Old Men yang fenomenal dengan gaya rambutnya itu. Di film ini tak lupa Bardem juga tampil dengan gaya rambut mencolok, yaitu Blonde dan gaya berbusana yang elegan.

Beberapa adegan yang sangat memorable adalah adegan di gedung dengan latar belakang ubur-ubur. Bagus sekali. Kemudian adegan melihat lukisan bersama Ben Whishaw, meski sebentar tapi cukup berkesan. Kemudian adegan ketika 007 berdiri di atas gedung dan memandang ke depan sementara bendera Inggris menggantung di salah satu gedung. Menunjukkan citra bahwa mitos “007” ini adalah milik kaum British.

Penampilan pemain pendukung yang sebagian besar sangat maksimal, meski tampil hanya sebagian sebagain saja seperti Judi Dench, Ola Rapace, Albert Finney, Ralph Fiennes, Naomie Harris, Ben Whisaw, namun penampilan mereka sangat menonjol. Penampilan bagus para pemain pendukung ini mengingatkan penulis dengan pemain pendukung di film The Shawshank Redemption maupun The Shutter Island. Dan Judi Dench, Dnaiel Craig dan Javier Bardem adalah nyawa utama film ini dari segi karakter.

Mungkin sedikit kekurangan film ini, tapi sebenarnya tidak mengganggu dan tentu saja bisa di maafkan. Penampilan kedua Bond Girls yang terasa kurang maksimal. mereka hadir hanya sebagai pelengkap saja atau pemanis/tempelan film, terutama kehadiran Benerice Marlohe yang tidak se greget Naomie Harris (Naomie Harris masih memiliki Chemistry yang bagus dengan James Bond/Daniel Craig).

Dan sedikit mengganggu, hanya minor, adalah adegan penangkapan dan pelepasan yang rasanya sudah biasa ada di film film aksi lainnya terasa sedikit basi. Namun untungnya Javier Bardem mampu menyikapi itu dengan tampilan uniknya bersama Daniel Craig.

Overall, setelah dihibur dengan film Casino Royale era Daniel Craig yang tampil bagus, penonton dihempaskan dengan munculnya film Bond berikutnya yaitu Quantum of Solace yang terasa hambar seperti masakan tanpa garam. Dan kini penonton diangkat kembali ke tingkat pengharapan film Bond terbaik era Daniel Craig. Yes, rasanya tidak berlebihan bila penulis menobatkan film ini film terbaik Daniel Craig sebagai agent 007.

My Rate : 09.00

 

About ceritafilm

I am a writer and movie maniac
This entry was posted in Movie. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s