Once Upon A Time In Anatolia, 2011

Film dibuka dengan adegan tiga orang pria sedang berkumpul dan minum-minum. Kemudian cerita berlanjut tengah malam segerombolan orang sedang melintasi daerah pedesaan dengan mobil. Gerombolan tersebut terdiri dari dua terdakwa pembunuh, seorang jaksa, seorang dokter, tukang gali. polisi dan tentara.

Gerombolan tersebut sedang mencari lokasi pembuangan mayat yang telah dikubur oleh dua pembunuh tersebut di area pedesaan. Namun karena mereka membunuh dalam keadaan mabuk jadi tidak ingat dimana persisnya mereka mengubur korban.

Dua pria pembunuh tersebut adalah kakak beradik Keenan dan Ramazan (menderita keterbelakangan mental) dan telah mengakui perbuatannya dan dengan sukarela bersedia menunjukkan pada polisi dimana mereka menimbun mayatnya.

Sepanjang perjalanan terjadi interaksi yang sangat menarik antara dokter dan jaksa, dokter dan polisi, dokter dan kepala polisi maupun antara dokter dan Keenan. Sepanjang perjalanan juga mereka semakin mengenal, meskipun mereka sudah saling kenal sebelumnya.

Dalam perjalanan tengah malam tersebut, mereka bicara santai seperti manusia normal lainnya. Bicara tentang yogurt, keju, daerah pedesaan, tentang petugas pajak dan keluarga masing-masing. sementara itu masing-masing mereka memiliki persoalan pribadi.

Film ini dibesut oleh Nuri Bilge Ceylan yang merupakan salah satu sutrardara tenama dari Turki. Dalam film ini Nuri mendapatkan pengharaan sutradara terbaik di Cannes Film Festival. Nuri juga dikenal lewat film Three Monkeys pada thaun 2008 yang juga mendapatkan penghargaan pada Festival Film Cannes.

Film ini lebih tepat merupakan film journey tentang karakter masng-masing. Film ini bukan film misteri tentang pengungkapan pembunuhan atau siapa yang membunuh. Film ini lebih kepada pengenalan beberapa karakter manusia dengan segala keunikannya. Karakter tersebut membuat penonton dapat memahami apa arti sedih, kesepian, marah dan benci.

Terus terang film ini bergerak dalam tempo lambat. Apalagi pada satu jam pertama yang lebih banyak adengan mereka turun dari mobil dan mencari mayat di rerumputan dan ladang. Kemudian naik mobil kembali dan berbincang tentang kejadian sehari-hari dalam hidup para karakter.

Nuri sebagai sutradara membuat film ini sangat detail. Saat rombongan berkunjung ke rumah kepala desa, penonton dapat melihat foto-foto yang dipajang di rumah kepala desa. Hal tersebut mengingatkan kita kondisi/budaya para penduduk desa.

Beberapa adegan sangat yang mengharukan adalah ketika si pembunuh, Ramazan dengan lugunya meminta minuman cola. Mentalnya yang terbelakang dan keinginannya meminum cola mmebuat penonton terharu dan trenyuh, betapa dia tidak paham tentang kekejaman dunia.

Kemudian adegan ketika mereka melihat wanita cantik dan memandang tanpa berkedip. Adegan itu mengingatkan mereka bahwa mereka masih bisa merasakan kecantikan seorang wanita dan sekaligus perasaan haru.

Film ini memang bukan untuk semua orang. Film ini lebih banyak adengan dengan percakapan karena itu film ini termasuk film talkie. Bila anda tidak menyukai film talkie mungkin akan cepat bosan menonton film ini. Namun meski demikian, film ini sangat layak ditonton karena film ini mengingatakan manusia apa adanya, kejadian dalam film ini begitu real dan dekat dengan kejadian yang dialami oleh orang-orang di dunia nyata.

Overall, dengan sinematik yang indah, karakter yang solid, penyutradaraan yang detail, membuat film ini menjadi sangat layak ditonton dan tidak mudah dilupakan.

My Rate  09.20

 

About ceritafilm

I am a writer and movie maniac
This entry was posted in Movie. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s