Chronicle, 2012

Film dibuka dengan adegan soerang remaja bernama Andrew Detmer sedang menggunakan kameranya di rumah. Andrew adalah remaja yang memiliki ibu yang sedang sakit parah dan ayah pemabuk yang pengangguran. Kemudian diikuti dengan membawa kamera ke sekolah bersama sepupunya Matt Garetty. Kemudian Matt mengajak Andrew menghadiri pesta, di pesta tersebut Andrew tetap membawa kameranya.

Di belakang tempat pesta Matt, Andrew dan teman Andrew, Steve menemukan usatu lubang dan meluncur ke dalam lubang tersebut. Di dalam lubang terdapat seperti kristal yang bisa mendengung. Mereka  tersebut menyentuh kristal tersebut dan keesokan harinya mereka memiliki kuasa untuk memindahkan barang-barang yang disebut dengan telekinetik.

Selanjutnya film diisi dengan gerak gerik ketika remaja ini yang kemudian menjadi sahabat. Kemudian apa saja yang mereka lakukan terkait dengan kemampuan telekinetis yang mereka miliki.

Film ini dibesut oleh sutradara muda Josh Trank (27 tahun) dan skenario dikerjakan oleh Max Landis (26 tahun) – Max Landis adalah putra sutradara John Landis. Kemudian story berasal dari Josh Trank dan Max Landis yang disebut-sebut merupakan teman dekat.

Sebenarnya, ide film ini sederhana, yaitu tiga remaja menemukan kekuatan telekinetis. Namun film sederhana ini menjadi unik karena disebut dari prspektif remaja tersbeut tanpa melibatkan pemerintah maupun gang nya dengan segala fasilitas ala X – Men. Film ini murni dilihat dari si remaja tersebut dan bagaimana mereka mengambil keputusan terkait dengan kekuatan yang mereka miliki.

Film ini juga dibesut dengan gaya pembesutan kamera yang dipegang oleh Andrew, kemudian kamera yang digunakan oleh Casey- pacar Matt, kamera cctv maupun kamera jalanan.

Namun memang ada adegan yang sedikit mengganggu, seperti mengambil dompet preman jalanan. Rasanya bila memang ingin merampok, rampok tempat yang banyak uangnya, bukan preman jalanan yang notabene uangnya Cuma sedikit. Tapi bisa jadi juga karena si tokoh sudah memendam benci pada preman-preman tersebut sejak lama. Lalu suara Andrew yang kadang terdengar terlalu diseret seret dan menimbulkan efek tidak enak didengar bahkan agak annoying.

Namun semua kekurangan itu terbayar dengan beberapa adegan yang membuat peononton ketawa, senyum maupun nyengir. Adegan main bola di awan dan adegan memindahkan mobil  itu bagus sekali. Apalagi ke tiga remaja itu menampilkan degan dengan ekpresi apa adanya. Ekpresi khas remaja. Ekpresi yang mereka tampilkan seolah-olah berkata “wow this is cool” dan juga ekpresi jahil dan iseng khas remaja.

Rasanya memang tak berlebihan bila tagline film ini adalah Boys is still boys. Jadi memang rejama meski diberi embel-embel kekuatan ataupun superpower, mereka tetaplah remaja dengan segala keisengan, keceriaan dan keingintahuan khas remaja.

Film ini mampu menghadirkan tontonan yang sangat menarik dan enak dilihat meskipun hanya menggunkans edikit special effect. Namun film bermodal kecil ini tak kalah menariknya dengan fiulm-film superhero bermodal besar. Film ini tetap tampil menawan.

Overall, film ini sangat dianjurkan ditonton oleh remaja, Untuk mengingatpan pada generasi muda kita, bahwa kekuatan yang besar datang dengan tanggungjawab yang besar juga. Power bukan hanya sekedar apa yang bisa kita lakukan dengan menngunakan power tersebut, tapi apa yang harusnya tidak kita lakukan.

My rate : 8.60

About ceritafilm

I am a writer and movie maniac
This entry was posted in Movie. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s