Haywire, 2012

Mallory Kane (Gina Carano) adalah agent yang bekerja pada perusahaan agency yang dikontrak oleh pemerintah yang bekerja di lapangan.

Sutu hari Direktur perusahaan tersebut adalah Kenneth (Ewan McGregor), agent pemerintah Coblenz (Michael Douglas) dan kontaknya Rodrigo (Antonio Banderas) diskusi untuk melakukan upaya penyelamatan seorang jurnalis yang diculik bernama Jiang (Anthony Brandon Wong) dan disekap di Barcelona.

Tim penyelamatan antara lain adalah Mallory Kane dan Agent Aaron (Channing Tatum) dan mereka berhasil menyelamatkan Jiang> kemudian Jiang diserahkan kepada Rodrigo. Namun masalah tidak selesai di situ, mendadak Mallory dijebak dan dituduh sebagai double agent. Selanjutnya film ini dipenuhi dengan aksi Mallory untuk membersihkan namanya.

Film ini disutradarai oleh Steven Soderbergh (Ocean Trilogy, Erin Brokovich, Contagion) Dan khas Soderberg banget filmnya, di mana aksi dilakukan tanpa banyak bicara namun menampilkan gambar-gambar yang bergerak dan penuh makna. Dan deretan bintang tenar juga dipasang oleh Soderbergh seperti film Ocean trilogy yang penuh bintang.

Adegan di Bacelona terbilang sangat keren, tanpa dialog penonton dapat memahami apa yang terjadi di sana ditambah musik yang mendukung. kemudian yang patut dioacungi jempol adalah penampilan  aksi martial art Gina Carano yang keren.

Demikian juga adegan di dublin. Cara beliau menghindari polisi dengan memanjat atap gedung. Mirip dengan film International, Clive Owen, namun karena yang melakukan adalah cewek, rasanya scenes ini sangat keren.

Cerita yang disajikan dengan cara non linier mungkin membuat penonton sedikit bosan diawal film, tapi coba bertahan dulu, karena menit demi menit film bertambah menarik. Cerita yang berbelit sedikit agak kurang mulus disajikan oleh Soderberg seperti untuk apa ada kejadian Dublin bila di Barcelona bisa dihabisi, tapi Soderbergh memperpanjang film dengan menambah adegan lain yang rasanya perlu ada penjelasan yang lebih tepat.

Kehadiran Paul (Michael Fassbender) juga sebenarnya tidaklah urgent sekali. Bisa saja toh orang lain yang harus masuk ke dalam kandang tersebut (barn) jauh hari sebelumnya, mengapa harus menunggu kehadiran Mallory Kane. Meski cerita terlalu kusut namun secara umum cerita yang disuguhkan oleh Soderberg dikit unik dan menarik.

Dan Adegan paul di kamar hotel, ah…rasanya tak perlu dia menendang-nendang, bukankah dia agent khusus yang memiliki pistol. Jadi rasanya kurang sreg adegan dio hotel antara Paul dan Mallory.

Kekurangan lainnya adalah suara Mallory  yang seperti membaca buku, sehingga ekspresi Mallory sama sekali tidak ada.  Selain wajahnya yang diam kemudian bibirnya yang tidak simetris tidak menunjukkan ekspresi apapun.

Tapi abaikan sejenak itu, ikuti saja sepak trjang Mallory dengan kelebihan martial artnya, bagaimana dia sejajar dengan kekuatan seorang pria sekalipun

Bravo Soderbergh yang sekali lagi mampu membuat film hiburan yangs edikit kocak dan ending yang menurut hemat sayha sangat kocak.

My rate : 7.80

About ceritafilm

I am a writer and movie maniac
This entry was posted in Movie. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s