Ugetsu Monogatari, 1953

Ugetsu bercerita tentang seorang pembuat keramik, Genjuro yang hidup di desa kecil bersama istri, Miyagi dan anak mereka Genichi. Mereka memiliki tetangga, suami istri yang selalu bertengkar, yaitu Tobei dan Ohama. Tobei selalu ingin menjadi samurai namun istrinya Ohama tidak setuju dengan cita-cita Tobei dan menganggap dia hanya bermimpi. Akibatnya, mereka bertengkar terus menerus.

Suatu hari Tobei menemani Genjuro ke pasar di kota untuk menjual keramik-keramiknya. Dikota, Tobei melihat pasukan samurai dan langsung ingin melamar menjadi saaurai juga. Namun Tobei diolok-olok oleh para samurai karena tidak mempunyai perlengakapn perang, seperti tombak dan baju besi. Sejak diolok olok tersebut tobei berkeja keras membantu Genjuro agar dapat uang dan bisa membeli perlengkapan perang seorang samurai. Sementara itu, Genjuro kembali ke desa dengan membawa uang hasil dagangannya yang lumayan.

Suatu hari gerembolan penjahat datang mengacau di desa mereka. Keluarga Genjuro dan Tobei terpaksa melarikan diri ke hutan, namun keramik yang sudah sempat dibuat tak bisa ditinggalkan begitu saja. Akhirnya mereka kembali ke desa untuk mengangkut keramik-keramik tersebut. Tobei, Ohama dan Genjuro memutuskan untuk pergi ke kota untuk menjual keramik-kearin  tersebut sementara Miyagi dan Genichi tingal di desa tersebut. Di kota Genjiro mendapat pengagan seorang wanita cantik dan kaya raya bernama Lady Wakasa.

Mereka bertiga, selama di kota mengalami petualangan yang merubah hidup mereka selamanya. Sementara itu, Miyagi juga mengalami kejadian yang juga mengubah hidupnya selamanya.

Sebuah karya dari sutradara Jepang. Bila kita merasa bahwa petapa originlnya The Sixth Sense dan juga The Other yaitu sama-sama film tentang Hantu maka kita tidak akan tercengan lagi menonton film –film tersebut apabila telah menonton Ugetsu yang dibesut pada tahun 1953.

Film ini masih hitam putih namun tetap enak dilihat karena gambarnya cukup jernih. Lokais desa dan kota di jepang dilgambarkan dengan sangat baik oleh snag sutreadara. Dmeikian juga kehidupan para Smaurai dan Geisha yang masuk seidkit dalam film inimemperkatya film ini.

Semnatara itu, kita akan jatuh cinta pada tokoh Genjuro yang  tampan dan ulet berkerja membuat kita lupa akan kesilapannya. Se,mnata itu tokoh Lady Wakasa yang misterius mampu membuat penonton penasaran dan ingin menonton sampai akhir karena ingin tahu siapa dia sebenarnya.

Semnata tu kita juga dibuat gemas oleh tokoh Tobei yang keras kepala dan terbuai oleh mimpi menjadi samurai. Dan jatuh kasihan pada tokoh Miyagi dan jjuga Ohama.

Yang membuat film ini terasa istimeawa adalah kisahnya yang tidak biasa, twist di akhir film yang membuat kita memekik wow, pada era 1953 sudah ada sutradara yang membuat film bagus dengan twist dan ending yang keren sekali.

Lupakan sejenak =gambarnya hitam putih sehi8ngga mungkin akan sulit mernggambarkan keindahan desa mereka maupun baju baju kimono yang diapaki olkeh tokoh wanita di film ini. Namun bila kita foikus pada cerita dan plotnya mulus kita akan takjub dengan [penuturan/jaran cerita yang gambang dan terkesan tidak biasa ini.

Berapa adegan yang cukup romantis namun juga mengundang simpati pada saat Genjuro ingin membeli kimono yang mahal untuk istrinya, lalu dia pegi ke toko dan bertanya pada penjual, dengan sinis si penjual bertanya apa dia mau meblkei atau Cuma nanya nanya doang. (Kejadian begini masih ada sampai sekarang : bila kita pergi ke toko mahal dengan pakaian seadannya, penjual cenderung sinis dan menapat penampilan kita dari atas ke bawah). Lalu Genjuro dengan bangga menunjukkan pundi uangnya dan berkata “saya punya banyak uang”

Lalu adegan perjumpaan Tobei dengan sang istri yang menyadarkan Tobei bahwa keluarga itu lebih penting ketimbang apapun di dunia ini. Adegan mereka terjatuh di jerami yang menurut saya bahkan untuk era tersbeut cukup berani dan romantis.

Setelah menonton film ini, selain mendecak kagum juga akan menipiskans eidkit kekaguman kita pada film The Sixth Sense dan juga The Other yang notabene memiliki kisha yang sedikit hampir mirip.

Tidak ada kata lain bhwa karya luar biasa ini sangat patut di=tonotn baik oleh pencinta film mapun bukan pencinta film. Kita menaruh hormat pada sineas sienas jaman dahulu dengan ide mereka yang “gila” di era tersebut. Saya pribadi sangat merekomendasikan film ini.

My rate : 9.40

About ceritafilm

I am a writer and movie maniac
This entry was posted in Movie. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s