Immortals, 2011

Seorang petani miskin yang merupakan anak haram, Theseus disuruh mengungsi dari kampungnya bersama ibunya dan penduduk kampung lainnya karena akan ada serangan dari King of Crete, Hyperion yang ingin mencari panah Epirus untuk membebaskan para Titans yang bisa membunuh para Dewa.

Namun belum sempat mengungsi, ibu Theseus dibunuh oleh Hyperion dan dia dijadikan pekerja paksa di tambang garam. Ditambang itu Theseus bertemu dengan peramal suci Phaedra dan berteman dengan pekerja paksa lainnya bernama Stavros.

Theseus, Phaedra, Stavros dan dua orang pekerja lainnya berhasil melarikan diri dan Theseus bermaksud membunuh Hyperion karena telah membunuh ibunya. Theseus dibantu oleh Phaedra dan juga Stavros.

Film ini disutradarai oleh Tarsem Singh yang terkenal dengan filom-filmnya yang kaya warna dan juga gambar-gambar yang mempesona seperti The Fall dan juga The Cell. Film ini juga memiliki gambar-gambar yang indah dan tak lupa dilengkapi dengan kostum unik dan indah yang memanjakan mata.

Namun bila ditilik ceritanya sama sekali berbeda dengan mitos /legenda Yunani yang selama ini pernah kita baca. Okelah, legenda bisa saja dikembangkan dengan memasukkan asumsi pribadi, namun film ini benar-benar miskin cerita.

Penonton akan lupa sejenak dengan cerita yang disajikan oleh Tarsem Singh kartena indahnya gambar-gambar yang tampil. Namun coba perhatikan, film ini sama sekali tidak mengemukan pertanyaan yang paling mendasar yaitu mengapa Zeus memilih Theseus? atau bagaimana mungkin serdadu serdadu itu begitu saja membiarkan Theseus memimpin mereka yang notabebe mereka tidak pernah mengenal dan bertemu Theseus sebelumnya dan merreka juga belum pernah menyaksikan kehebatan anak muda tersebut. How?

Atau beberapa adegan yang tidak perlu seperti adegan di kapal dan kemudian mereka berbalut lumpur. Kemudian Phaedra mandi dengan dikelilingi kain merahnya sebagai pembatas. Entah untuk apa adegan tersebut.

Para dewa dengan baju yang sedikit menggelikan namun indah dimata lebih mirip seperti segerombolan pemain sirus ketimbang dewa yang ditakuti dan dijunjung tinggi.

Akting beberapa pemain terlihat jelek, seperti Fredia Pinto dan dayang dayangnya yang terlihat kaku. Henry Cavill mungkin tertolong dengan kebayanyakn scenenya adalaha degan jungkir balik dan berkelahi sehingga tidak butuh ekpresi yang mendalam (noted: adegan perkelahian Henry Cavill terlihat bagus dengan tubuhnya yang kekar) Belum lagi chemistry Freida Pinto dan Henry Cavill yang menyedihkan. Satu-satunya yang menyenagkan untuk dilihat aktingnya adalah Steven Dorff yang mampu membuat penonton tersenyum.

Overall, bila menonton film ini abagikan dulu ceritanya, nikmati saja gambar-gambarnya yang indah. Setelahnya, baru deh ingat-ingat, ceritanya tentang apa tadi ya?hehehe

My rate : 6.70

About ceritafilm

I am a writer and movie maniac
This entry was posted in Movie. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s