The Bicycle Thief, 1948

Vittorio De Sica dengan berani mempertanyakan hal yang paling hakiki dari manusia, yaitu apakah kita bisa deal dengan kehilangan kita atau justru membuat diri kita semakin terpuruk dan kehilangan sisi humanis kita

Bercerita tentang seorang pria, Antonio yang baru saja mendapatkan pekerjaan. Pekerjaan tersebut mengharuskan dirinya memiliki sepeda (kendaraan) karena pekerjaan tersebut sangat mobile yaitu menempel poster di jalanan.

Sepeda yang dimiliki oleh Antonio dicuri saat dia menempel poster. Karena takut akan dipecat karena tak punya sepeda lagi, Antonio menyusuri kota mencari sepedanya bersama anaknya yang masih kecil, Bruno.

Pencarian sepeda ini mempertemukan Bruno dan Antonio dengan beberapa peristiwa dan juga orang yang diduga mencuri sepedanya.

Adegan awal film ini dibuka dengan adegan Antonio mendapatkan pekerjaan yang mengharuskan dia memiliki sepeda. Adegan awal yang bagus ini membuat penonton tertarik untuk mengetahu lebih lanjut lagi kisah Antonio dan sepedanya.

Sang sutradara, Vittorio De Sica membangun perjalanan ayah dan anak ini sangat menarik. Membuat penonton ingin menolong Antonio dan Bruno yang berjalan ke sana kemari mencari sepedanya.

Bukan hanya itu, Vittorio De Sica juga mampu membuat sindiran terhadap kehidupan sosial beberapa kalangan atas dengan menghadirkan adegan Antonio dan Bruno makan di restoran, dimana Bruno malu makan menggunakan tangan karena di belakangnya anak orang kaya makan menggunakan sendok dan garpu. Dengan sangat menyentuh sang ayah mengatakan, ” You have to earn millions lira to eat like them” yang notabene artinya, hanya orang kaya yang makan dengan cara tersebut.

Beberapa adegan lain yang juga menyentuh hadir di film ini, seperti saat-saat Antonio berjalan sangat cepat sehingga Bruno yang masih kecil tertinggal di belakang, lalu dia berusaha berlari mengejar ayahnya, kemudian terjatuh.

Namun adegan yang sangat memorable adalah adegan di akhir film ini, saat Bruno menyelipkan tangannya ke lengan ayahnya yang menurut hemat saya sebagai pernyataan Bruno bahwa dia memaafkan sang ayah.Adegan sederhana tersebut berbicara banyak. Bahkan adegan akhir tersebut terkenal dengan ungkapan “The final scene is one you won’t ever forget. It says so much by showing so little and it sends a universal message”

Yang lebih mengagumkan, pemain di film ini bukanlah bintang terkenal. Apalagi, pemeran utama di film ini Lamberto Maggiorani bukanlah seorang aktor, namun seorang buruh pabrik.

Mengapa film ini sangat memorable dan menginspirasi banyak film dan juga sineas dikarenakan adegan demi adegan yang digarap oleh Vittorio De Sica sangat realistis dan bold tanpa menghadirkan embel-embel bunga kehidupan yaitu mimpi yang mustahil. Film De Sica yang hadir apa adanya ini dan sangat realistis ini justru membuat kesan yang sangat mendalam bagi penonton.

Vittorio De Sica dengan berani mempertanyakan hal yang paling hakiki dari manusia, yaitu apakah kita bisa deal dengan kehilangan kita atau justru membuat diri kita semakin terpuruk dan kehilangan sisi humanis kita. Vittorio De Sica menjawab pertanyaan tersebut dengan sangat brilian, yaitu saat penonton melihat bahwa kemudian, ternyata kehilangan terbesar Antonio bukanlah sepedanya, namun sesuatu yang sangat berharga dari dirinya sendiri.

Film ini sangat personal bagi saya, mengingatkan saat saya menonton film ini bersama kakek saya ketika saya kecil dulu. Ternyata sekarang, bukan hanya itu, film ini menjadi personal bagi saya, karena mengingatkan betapa banyak hal-hal yang belum saya lakukan untuk membuat ayah saya bangga. Hal-hal yang mungkin belum sempat kami lakukan bersama.

My rate : 9.85

About ceritafilm

I am a writer and movie maniac
This entry was posted in Movie. Bookmark the permalink.

2 Responses to The Bicycle Thief, 1948

  1. Pingback: tes | halaman warga

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s