Ra One, 2011

saya terhibur sebagian durasi, namun kesal di sebagian durasi lainnya. Namun saya paham usaha sang sutradara untuk menampilkan film hiburan yang dibuat tidak asal-asalan. Film ini digarap cukup baik pada sebagian momennya, saya hargai itu

Seorang pembuat video game, Sekar yang mencoba membuat game baru berdasarkan pesanan anaknya, Prateek. Prateek menginginkan penjahat yang tak terkalahkan.

Alhasil jadilah game baru yang diberi judul, Ra-One sebagai antagonis/villain. Untuk mengimbangi Ra-One, diciptakan juga tokoh protagonisnya, G.One yang wajahnya dibuat mirip dengan wajah Sekar.

Suatu hari, Ra One berhasil keluar dari dunia video game (mirip Tron Lagacy) untuk mencari dan membunuh Lucifer (user namePratek di  video game). Ra One berhasil membunuh Sekar dan  juga beberapa orang lainnya dalam rangka mencari Lucifer.

Bila Ra-One bisa hadir di dunia nyata maka G.One tentu juga bisa. Maka melompatlah G.One ke dunia nyata untuk menolong Lucifer. Sementara itu, Sonia, istri Sekar yang masih berduka berniat kembali ke India bersama Pratek. G.One yang merasa harus melindungi pratek ikut bersama mereka ke India.

Kemudian, dan kemudian, Ra One tetap mencari Lucifer dan G.One selain untuk membunuh Lucifer, Ra One juga harus mengambil sesuatu miliknya yang ada pada G.One yaitu Hart,  semacam device yang disematkan di dada (see, mirip Iron Man obviously).

Saya pribadi bukanlah penggemar film ini (hal ini dikarenakan mayoritas film India berdurasi lama, juga disebabkan nyanyian-nyanyian tak karuan di sepanjang film dsb, dsb ..). Namun saya cukup surprise menonton film ini yang menggunakan special effeck yang cukup canggih. Hal ini membuka mata saya betapa majunya perfilman India dibandingkan dengan negaraku.

Dari segi ceritakan, jangan ditanya. Meskipun terkesan heroik, namun alasan Ra-One untuk masuk ke dunia nyata sangatlah dangkal. Untuk membunuh Lucifer. Alasan itu terkesan tak seimbang dengan kerusakan yang disebabkannya.

Lalu nyanyian yang terus menerus mendengung di setiap adegan laga. Seperti adegan di kereta api (sepertinya adegan kereta api adalah stereotipe film India), di mana G.One melompat sana sini diiringi musik yang berisik dan membuat penonton terganggu. Saya sangat terganggu dengan musik yang disajikan hampir di sepanjang film dengan gaung ‘G-One” “G.One” yang terus menerus. Annoying sekali.

Lalu beberapa adegan lebay yang mengurangi nilai film ini, seperti sang anak memberikan bunga mawar pada ayahnya. (please deh, anak laki2x meberikan mawar pada ayahnya, despite memberikan hug, atau tos, atau tepukan bahu. Tapi bisa jadi, memberi bunga mawar merupakan culture di India, bisa jadi)

Dan, memasukkan adegan munculnya superhero pada adegan di halaman bandara. Waktu itu saya berpikir bahwa si superhero itu dari film lain yang agak”maksa” untuk tampil sekilas, keluar dari mobil dan memperkenalkan diri.

Yah yang menarik dari film ini memang Sah Rhuk Khan. Dialah sentral film ini. Dia berakting cukup manis dan karismatik meskipun mukanya diolesi bedak setebal 10cm yang membuatnya mirip boneka India. Dan pemiliha busana pemain di film ini, patut diacungi jempol.Saya mengingat beberapa busana yang dikenakan oleh Shah Rhuk Khan sangat bagus dan sesuai dengan karakternya.Dan Kareena Kapoor, tidak ada cacatan saya untuk artis yang satu ini, selain bahwa kehadirannya di film ini tidak penting, hanya tempelan.

Ini hanya film hiburan. Betul sekali. Bila anda terhibur berarti tujuan film ini mungkin telah tercapai. Saya pribadi, tidak gampang terhibur dengan film special effect tetk bengek, tetap saja saya akan mengandalkan plot dan cerita di film ini. Namun demikian, saya acungi jempol untuk para producer film ini dan sang sutradara Anubhav Sinha yang dengan berani menghadirkan film berkualitas special effect seperti film Hollywood, meskipun dari segi cerita agak babak belur.

Bila anda penggemar film India, silahkan ditonton karena film ini menawarkan sesuatu yang beda, apalagi bila anda penggemar Shah Rhuk Khan, mungkin masih cukup layak untuk anda tonton di bioskop.

Overall, saya terhibur sebagian durasi, namun kesal di sebagian durasi lainnya. Namun saya paham usaha sang sutradara untuk menampilkan film hiburan yang dibuat tidak asal-asalan. Film ini digarap cukup baik pada sebagian momennya, saya hargai itu.

My Rate : 6.00

About ceritafilm

I am a writer and movie maniac
This entry was posted in Movie. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s