Conspirator, 2010

Adegan awal film ini cukup cerdik dihadirkan oleh Robert Redford untuk memperkenalkan tokoh utamanya, Frederick Aiken sebagai seorang idealis, menghargai sesama manusia melalui bahasa visual

Awal film ini dibuka dengan adegan perang dimana Frederick Aiken (James Mc Avoy) terluka dan lebih mendulukan keselamatan sahabatnya Nicholas Baker (Justin Long). Lalu film berlanjut pada acara perayaan pasca perang sipil, di mana President di Lincoln dibunuh oleh John Wilkes Booth dan dibantu oleh antek-anteknya.

Salah satu anteknya yang berhasil melarikan diri adalah John Surrat. Dalam rangka menggiring John Surrat kembali, maka sang ibu Mary Surrat (Robin Wright) dituduh terlibat konspirasi dalam pembunuhan Presiden Lincoln.

Lalu film berlanjut pada proses pengadilan Mary Surrat yang dibela oleh Frederick Aiken. Usaha Aiken tersebut mendapat tentangan dari teman-temannya bahkan pacarnya, Sarah. namun Frederick Aiken yang idealis semakin lama semakin menyadari bahwa Mary Surrat berhak mendapatkan pembelaan berimbang, bahwa Mary Surrat hanyalah umpan politik yang digunakan oleh pemerintah (saat itu Sekertaris Negara).

Robert Redford sang sutradara, membesut film ini dengan pace yang laambat. Bila anda nonton Ordinary People, Lion for Lambs, maka anda akan tahu bahwa Robert Redford tetap setia dengan pakemnya, yaitu fokus pada karakter di filmnya yang ditampilkan dengan lambat dan sedikit bertele-tele. Tapi setidaknya kita melihat kekonsistenan Robert Redford dalam membuat film.

James McAvoy mungkin pilihan yang tepat untuk menjadi Aiken. James McAvoy menampilkan tokoh Aiken yang idealis, terkadang naive, namun cukup tahu kapan harus berhenti berjuang. Adegan awal film yang saya ceritakan diatas cukup cerdik dan cerdas dihadirkan oleh Robert Redford untuk memperkenalkan tokoh utamanya, Frederick Aiken sebagai seorang idealis, menghargai sesama manusia melalui bahasa visual dimana dia mendulukan keselamatan sahabatnya.

Sementara itu yang patut diacungi jempol di film ini adalah Robin Wright yang tampil sangat gemilang (saya bingung mengapa Robin Wright jarang dinominasikan di Oscar, padahal di setiap film aktingnya cukup konsisten dan stabil, seperti di The Private Life of Pippa Lee). Penonton diajak untuk memahami setiap keputusan Mary Surrat sebagai seorang ibu dan juga warga yang mencintai kaumnya.  Robin Wright mampu menghadirkan Mary Surrat dengan karakter yang kuat, tidak bisa didikte, namun saat tertentu terlihat pasrah dan berharap pada Aiken.

Meskipun film ini bukan karya terbaik Redford, namun Redford selalu mengutamakan karakter dan setiap detail di filmnya. Redford cukup setia dan fokus di film ini, dia tidak melencengkan film ini pada dram murahan dengan tidak menghadirkan kisah romantis bertele-tele dan juga tidak menghadirkan momen-momen yang terlalu didramatisir.

Overall, film ini masuk dalam katagori fine movie bagi saya. Film digarap serius, cerita tetap setia pada pakemnya dan tidak melenceng kemana-mana meskipun tidak ada yang menonjol dan menghadirkan satu dua karakter yang kuat.

My rate : 7.25

About ceritafilm

I am a writer and movie maniac
This entry was posted in Movie. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s