WARRIOR, 2011

Ending film ini remind us what is the meaning of honorable, brave and the most, remind us that family is worth fighting for

Film Warrior bercerita tentang sebuah keluarga retak dikarenakan sang ayah, Paddy Colton seorang alkoholik. Paddy memiliki dua anak lakilaki, yang paling besar, Brendan seorang guru fisiki. Brendan ikut ayahnya saat sang ibu lari membaca anak kedua, Tommy seorang mantan prajurit AL ketika Tommy berusia 14 tahun

Setelah sang ibu meninggal, Tommy kembali ke Pittsburgh tempat tinggal ayahnya dan meminta sang ayah melatihnya untuk menjadi petarung (fighter) dalam turnamen mix martial arts yang disebut Sparta.

Semenatara itu, Brendan yang telah menikah dan punya dua anak memiliki masalah finansial yang memaksanya untuk kembali menjadi petarung (Fighter) dan dilatih oleh sahabatnya, Frank Campana.

Kedua kakak beradik ini mengikuti turnamen yang sama dan memilki motivasi yang sama untuk memenangkan pertandingan tersebut.

Film ini disutradarai oleh Gavin O’Connor (Pride and Glory, Miracle) Honestly, ini film pertama Gavin sayang saya tonton dan saya urprise dengan hasilnya. Seorang sutradara yang notabene belum menghasilkan banyak film dan terbilang baru kedengaran, dapat menghasilkan film yang bagus, heartbreaking, honorable and brave seperti film WARRIOR ini. Meskipun kisah film Warrior ini klise tentang disfunctional family, tapi yang perlu disimak adalah karakter masing-masing tokoh di film ini, bagaimana mereka membangun chemistry yang membuat penonton iba dan tidak ingin memihak.

Dialog yang terbilang keras namun sangat cocok dengan tema dan kondisi para karakter yang dapat dikatakan para pesakitan. Mungkin yang paling “normal” di keluarga ini adalah sang istri Brendan, Tess yang mencoba bersikap rasional.

Tom Hardy. Wow, can’t get a suitable word to describe his performance in this movie. Tom Hardy tidak tampil nyeleneh seperti di film Inception, juga tidak tampil pemalu seperti di film RockNRolla, dia tampil ciamik sebagai pesakitan who trying to deal with his past. Tom Hardy tampil seksi dengan ke macho annya saat bertarung, tampil menyedihkan sebagai anak yang begitu mendambakan kehadiran ayahnya, tampil penuh kebencian ketika berhadapan dengan ayah dan kakaknya, Brendan. Tom Hardy mampu mewujudkan Tommy Riordan yang penuh luka masa lalu dan kelam, serta penuh kebencian.

Sementara itu, Sang ayah diperankan dengan bagus sekali oleh Nick Nolte. Meskipun penonton tahu bahwa Nick Nolte adalah ayah yang brengsek, namun saat dia berhenti minum selama 1000 hari mengundang simpati penonton dan belas kasihan pada usahanya untuk masuk kembali ke kehidupan anak-anaknya.

Finally, Brendan yang diperankan oleh Joel Edgerton, juga mampu mengundang simpati penonton dengan kegigihannya untuk mengatasi masalah finansial keluarganyua, kerinduannya pada sang adik, Tommy. Luka dan kemarahan Tommy yang dapat dirasakannya namun dia tidak bisa melakukan apa-apa.

Kita mengagumi keberanian Tommy yang mungkin tidak semua pria yang memilikinya. Kita juga mengagumi kegigihan Brendan yang mungkin semua ayah dan suami akan melakukan hal yang sama. Dan overall kita mearuh belas kasihan pada sang ayah, Paddy, untuk keberaniannya dan kegigihannya untuk berusaha masuk kembali ke kehidupan anak-anaknya.

Ada beberapa moment yang memorable banget dan momen tersebut digarap dengan rapi, yaitu moment Tommy menaikkan ayahnya ke tempat tidur dan momen ketika sang ayah datang menjumpai Brendan. Bila mata anda berkaca-kaca saat momen ini, memang sudah selayaknya.

Terlepas dari kurang detail dan dalamnya di gali hubungan Brendan dan Tommy, film ini telah mampu hadir mewakili drama poluler dan action keren via Scene fighting yang patut diacungi jempol.  Apa yang menjadikan film ini tidak terjebak dengan drama sejenis lainnya, adalah ending film ini.

Ending film ini remind us what is the meaning of honorable, brave and the most, remind us that family is worth fighting for.

Overall, rugi kalau tidak nonton film ini dan merasakan sensasi mengenal Tommy Riordan daan Brendan Conlon. Overall, Highly recommend

My Rate : 8.55


About ceritafilm

I am a writer and movie maniac
This entry was posted in Movie. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s