The Tree of Life, 2011

Bagi anda yang tidak paham film ini bukan berarti anda bodoh, bukan berarti anda lebih bego dari yang paham film ini. Hanya beda selera. Bagi saya, film ini sangat indah dan personal. Sekali lagi Terrence Malick mampu menyentuh hati saya melalui film ini

Opening film ini dibuka dengan mengutip salah satu ayat dari Job(Bagi umat Islam, Job adalah Nabi Ayub). Bila kita baca kitab suci maka Job/Ayub tersebut terkenal sebagai nabi yang sangat sabar. Harta kekayaannya bahis terbakar dan anak-anaknya meninggal.Demikian juga film ini, menampilkan keluarga baik-baik yang terdiri dari ayah ibu dan 3 orang anak laki laki, yang rajin beribadah dan taat pada Tuhan kemudian diuji dengan meninggalnya salah satu anak mereka Dari kejadian itulah kisah berawal yang dinarasi oleh salah satu anak, Jack dewasa dan juga Jack kecil, ayahnya (Mr.OBrien) dan ibunya (Mrs.O’Brien).

Kemudian kita diperkenalkan pada tokoh ibu yang sangat penyanyang dan lebih sensitif ketimbang suaminya. Kemudian tokoh ayah yang kaku dan sangat disiplin, hal tersebut mempengaruhi masa kanak-kanak Jack dan adik-adiknya.

Film ini sebenarnya mengusung tema yang sederhana dan sudah biasa dan ada di film- film lainnya, yaitu tema cinta, kehilangan dan penerimaan (Love, Lost& Acceptance).Kita beri penghargaan bagi Jessica Chastain yang mampu tampil sebagai istri dan ibu yang naif, penyanyang dan sensitif. Juga penghargaan bagi Hunter Mccracen untuk aktingnya yang mampu mencuri perhatian.Penampulan Mccracen melalui sosok Jack kecil mampu membuat saya iba, kasihan dan ingin memeluknya, melindunginya.

Terrence Malick, sang sutradara (Days of Heaven, The Thin Red line) menampilkan film ini dengan gaya non linier (maju mundur dari jack kecil dan jack dewasa). Film ini lebih menampilkan banyak gambar yang indah dan sarat makna ketimbang menggunakan dialog yang berbusa-busa.Keindahan alam maupun angle penampilan sosok tokoh yang ditampilkan membuat film ini mirip seperti Days of Heaven. Yah menampilkan alam yang indah dan gerakan manusia yang manis, lucu, indah, sedih memang merupakan ciri khas Terrence Malick. Malick menampilkan scenes tentang kuasa Tuhan melalui alam yang luar biasa, seperti laut, lava, gunung meletus, awan putih, makhluk hidup di laut, dan banyak lagi.

Hampir semua adegan menyentuh perasaan meskipun ditampilkan tanpa dialog. Beberapa adegan yang paling menyentuh adalah ketika Jack membela adiknya dari kemarahan sang ayah. Ketika Jack minta maaf pada adiknya dengan gaya yang kocak, bikin senyum, dan sangat menyentuh. Lalu adegan adegan ketika Jack bermain dengan adik-adiknya.

Tokoh ibu mengingatkan saya pada ibu-ibu di Indonesia pada umumnya. Istri yang nurut suami, sayang anak-anaknya dan be there untuk anak-anaknya.Mungkin beberapa penonton melihat tokoh si ayah sangat scary dan kejam. Saya setuju, tapi dibalik itu saya yakin sang ayah melakukannya karena dia sangat sayng pada anak-anaknya. Tokoh si ayah juga mengingatkan saya pada ayah-ayah Batak yang kaku dan sangat disiplin. Di rumah saya, saat makan dilarang bicara dan hanya bicara bila ditanya.

Terus terang, film ini bukan film asik ala Iron Man maupun Kungfu Panda 2. Film ini adalah film dengan teman biasa yang dikemas sangat indah oleh Terrence Malick. Kemampuan akting pada pemainnya sangat membantu penonton untuk memahami alur cerita dikarenakan minimnya dialog.Sementara itu, dialog yang ditampilkan sarat makna, seperti pertanyaan si ibu dan Jack Kecil pada Tuhan. Apakah Tuhan sayang pada manusia? APakah Tuhan baik dan pertanyaan lainnya yang menguji iman mereka bahkan pernyataan dan pertanyaan yang meragukan Tuhan. Sementara itu musik yang ditampilkan sangat sinkron dengan gambar. Nyayian ala seriosa/gereja yang mengiringi penampilan alam sangat menggugah perasaan.

Mungkin penonton akan sedikit bingung saat awal film ini karena penceritaan Terrence Malick yang non linier. Tapi bersabarlah menonton film ini, nikmati setiap keindahan yang muncul, penjelasan via dialog, gesture, dan mimik tokoh akan muncul seiring berjalannya film.

Saat saya nonton film ini midnight, 80% kursi terisi. Saat film berjalan 30 menit, satu dua orang meninggalkan bioskop sambil marah-marah, lalu pertengahan film, setengah penonton keluar dengan emosi. Di akhir film, hanya saya dan 3 orang lainnya yang tersisa dan menonton sampai akhir.Sementara itu, penonton yang duduk di sebelah kanan dan kiri saya sibuk bertanya dengan temannya karena tidak paham dengan gambar yang disajikan maupun alur cerita yang non linier. Brisik.

Bagi anda pencinta keindahan, silahkan tonton film ini, mata anda akan dimanjakan dengan scene demi scene yang sangat indah sampai anda berdesis Very beautiful (ini saya). Bagi anda pencinta film hiburan, mungkin anda akan mengantuk, tertidur, atau malah sibuk nanya nanya mulu, brisik, atau keluar bioskop saat film berjalan sambil ngomel-ngomel.

Kalaupun anda nonton film ini dan anda tidak paham, itu bukan berarti anda bodoh atau lebih bego dari penonton yang paham. Itu juga bukan berarti film ini adalah film “berat”. Bukan. Itu menunjukkan selera anda beda dengan yang paham film ini. Itu saja.

Sementara itu kelemahan film ini adalah beberapa adegan yang sangat lambat, penampilan alam dengan durasi yang lama.Dan alur yang sedikit tidak teratur. Tapi bisa dimaafkan.

Saya suka film ini karena film ini mampu menyentuh emosi saya. Karena film ini sangat personal bagi saya. Film ini mengingatkan saya pada ayah saya yang keras dan disiplin. Mengingatkan saya pada kakak dan adik saya ketika kami bermain waktu kecil dulu. Mengingatkan saya pada ibu saya yang sangat penyanyang dan be there (Ibu rumah tangga).

Overall, this is a movie about beauty of lost, love and acceptance. So experince of the beauty begin by yourself

My Rate : 8.50


About ceritafilm

I am a writer and movie maniac
This entry was posted in Movie. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s