Billy Elliot, 2000

film ini menggelitik kita untuk mempertanyakan seberapa besar kita dengan ikhlas mendukung keluarga meskipun kita sedikit malu dengannya


Film dibuka dengan adegan Billy sedang loncat dan menari diiringi lagu yang melatari pemunculan judul film dan nama nama aktor/artis. Dari awal kita sudah bisa menerka film ini tentang apa, yaitu tentang seorang anak laki laki yang ingin menjadi penari profesional, atau tepatnya penari balet.

Billy, 11 tahun tinggal bersama ayah- Jackie, abangnya- Tony dan neneknya-Nana. Billy tinggal di daerah kecil yang sebagian besar penduduknya bekerja di pertambangan. Pertambangan yang notabene identik dengan laki-laki perkasa. Anak-anak di sana  otomatis  dididik  bertinju atau bekerja di pertambangan.

Kegiatan Billy sehari-hari selain bersekolah adalah berlatih tinju di gedung olahraga. Suatu hari di gedung yang sama ada latihan balet. Billy terpesona dengan gerakan balet dan mengikuti gerakan balet tersebut. Sejak itu, secara diam-diam Billy mengikuti kelas balet.

Ketika sang ayah tahu bahwa Billy ikut kelas balet, ayah dan kakaknya sangat marah pada Billy karena di kota pertambangan yang manly tersebut, balet untuk anak laki-laki sangat tidak lazim dan selalu dicap pooh atau gay.


Film ini diproduksi tahun 2000 dan mengambil setting pada tahun 1984 saat maraknya mogok buruh di Inggris. Disutradarai oleh Stephen Daldry (The Hours, The Reader) dan ditulis oleh Lee Hall. Sang sutradara yang terkenal hobi membesut film yang membuat penonton mempertanyakan tujuan hidup dan humanity individu.

Billy Elliot mendapatkan banyak penghargaan saat di-release termasuk beberapa nominasi Oscar. Bagi Jamie Bell sang aktor yang memerankan Billy Elliot, film ini adalah breakthrough untuk karirnya berikutnya (Jamie Bell telah membintangi beberapa film populer dan juga film yang mampu menguji aktingnya yang semakin matang, Kingkong, The Adventures of Tintin, Defiance dll). Jamie Bell mungkin juga seorang penari karena gerakan saat dia berjoget dan menggerakkan tubuhnya sangat luwes dan juga indah.

Perubahan emosi Jamie Bell terlihat jelas di film ini, dari seorang anak yang di”paksa” untuk berlatih tinju hingga menemukan kegembiraan saat berlatih balet. Jamie Bell mengerjakan tugasnya dengan sangat baik di film ini. Sementara itu pemain pendukung lainnya juga bermain apik. Seperti Gary Lewis sebagai ayah yang superior dan Jamie Draven sebagai abang yang merasa lebih tahu. Bahkan Jean Heywood juga bermain bagus sebagai nenek yang sedikit linglung meskipun scene nya hanya sedikit.

Meskipun film keluarga atau film passion seperti Billy Elliot ini sangat mudah ditebak ending nya, namun bukan itu yang penting. Justru bagaimana Stephen Daldry membuat film klise ini menjadi istimewa dengan tidak jatuh dalam adegan-adegan dragging yang membuat sang tokoh utama, Billy menjadi pasif. Stephen Daldry cukup mampu menggerakkan film ini dengan menghadirkan emosi Billy, ayah, abang dan neneknya dengan sangat bagus.

Overall, meskipun film drama ini sangat kental dengan istilah ”it’s all about family” namun ini bukanlah film anak-anak. Bahkan mungkin bagi anak remaja pun rasanya film ini tidak terlalu pantas ditonton dikarenakan beebrapa dialog nya yang menggunakan kata-kata kasar dan violence. Film ini lebih ditujukan untuk orang dewasa yang mungkin memiliki anak yang menyukai hobby yang menurut awam ”tidak normal”

So, film ini bukanlah film biasa yang sederhana. Ini film hebat yang dibesut dengan sederhana yang hanya menghadirkan tokoh sentral keluarga. Menggelitik kita untuk mempertanyakan seberapa besar kita dengan ikhlas mendukung keluarga meskipun kita sedikit malu dengannya.

My rate : 8.50

About ceritafilm

I am a writer and movie maniac
This entry was posted in Movie. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s