Gulliver’s Travels, 2010

Eksekusi film yang asal asalan dan penampilan Jack Black yang overacting membuat film ini semakin terpuruk dan kurang berkesan

Seorang pria pecundang yang bekerja di bagian pengiriman surat di salah satu gedung bernama Lemuel Gulliver. Pria ini hanya bermimpi untuk menjadi hebat tanpa punya nyali untuk merealisasikan keinginannya termasuk menyatakan rasa sukanya pada Darcy Silverman (Amanda Peet) salah satu jurnalis di di gedung itu.

Suatu kali Gulliver menyatakan bahwa dia hobi menulis dan akhirnya diminta oleh Darcy untuk memberikan tulisan kepadanya. Gulliver menyontek tulisan dari internet dan memberikan pada Darcy sehingga Darcy menugaskannya untuk meliput suatu event di Bermuda Triangle.

Perjalanan ke Bermuda triangle dengan boat mengalami gangguan cuaca dan terdamparlah Gulliver di suatu negeri antah berantah yang berpenduduk manusia mini berukuran sangat kecil bernama negeri Liliput. inilah awal mula petualangan Gulliver di negeri Liliput tersebut dan bertemu dengan Princess Mary (Emily Blunt), Jenderal Edward (Chris O’dowd) dan seorang petani bernama Horatio (Jason Siegel)

*****

Film ini berdasarkan novel Jonathan Swift pada abad 18 an dengan judul yang sama. Namun film ini dibuat dengan versi modern dan di release dan ditujukan sebagai film hiburan keluarga. Cerita Gulliver yang cukup familiar diharapkan dapat menarik minat penonton.

Namun film hiburan ini sangat sulit untuk dicerna oleh seluruh anggota keluarga terutama anak-anak, bukan karena dialognya yang berbelit, namun karena perilaku/akting Jack Black yang berlebihan. Anak anak tak akan paham untuk apa Jack Black harus memperlihatkan bokongnya atau dipertontonkan saat menurunkan celana nya dalam film ini. Adegan ini sangat tidak pantas utnuk ditonton anak anak. Belum lagi Jack Black yang overacting untuk sekedar film hiburan keluarga. Saya termasuk salah satu yang admire dengan beberapa film Jack Black dan admire dengan akting beliau di beberapa film seperti High Fidelity, Bekind Rewind atau yang paling berkesan di film School of Rock, namun di film ini Jack Black seperti kelewat batas terlebih film ini ditujukan juga bagi anak anak.

Jason Siegel juga tak terlihat membantu agar film ini lebih baik. Siegel lebih terlihat sebagai tempelan dan peran “pembantu” yang sekedar meramaikan saja. Tentu saja kita suka dengan wajah ayu dan manis dari Emily Blunt, namun itu saja tak cukup membantu film ini meskipun busana yang dikanakannya sebagai Putri sangat indah dan menawan.

Akhirnya film ini hanya menjadi film hiburan yang garing dengan joke ala Jack Black yang notabene tak dapat dipahami oleh audience anak anak. Eksekusi film yang asal asalan dan penampilan Jack Black yang overacting membuat film ini semakin terpuruk dan kurang berkesan. Sungguh sayang, padahal materi novel Gulliver’s Travel adalah salah satu novel favorit anak anak.

My rate : 5.00

About ceritafilm

I am a writer and movie maniac
This entry was posted in Movie. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s