Sang Pemimpi

mestinya ini film bisa bagus, kok editingnya jelek ya

Film yang diangkat dari nOvel tentu beda dari novelnya sendiri. Telepas mana yang bagus antara film dan novelnya, film ini sudah merupakan terobosan untuk perfilman Indonesia. Hasilnya mungkin tak apat disamakan dengan sineas dunia tapi film ini memberikan warna yang berbeda dari film dedemit yang marak tayang di bisokop.

Kisah lanjutan Haikal dan teman temannya. Perjuangannya selama di SMA mendominasi shoot di film ini, lalu kisah berlanjut sedikit ke masa kuliah hingga haikal mendapatkan beasiswa ke Prancis.

Film ini sangat lambat ( I don’t understand why Indonesian movie always shoot in very slowly pace. Not good for the audience and not good for themself). Editingnya jelek. AKting si pemeran utama, Haikal, jelek juga. Satu satunya yang menghibur difilm ini adalah sound dan music yang ditampilkan. Musik melayu dan Rhoma Irama cukup mewakili khas music INdonesia. Mestinya seorang Riri Riza dan Mira Lesmana bisa berbuat lebih dari sekadar film yang editingnya “sangat amatiran”.

Overall. Film ini lebih baik ketimbang pocong pocong gak jelas (dan anehnya ada yg nonton si pocong). I can not give rate for Indonesian movie until they can perform in NOT SLOWLY PACE. Thank you for reading this.

Still recommended

About ceritafilm

I am a writer and movie maniac
This entry was posted in Movie. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s