THE FALL

Film ini akan menjadi fantasis bila penonton memiliki imajinasi yang sama besarnya dengan Roy dan Alexandria

Film ini bercerita tentang seorang stunt man film – Roy Walker yang mengalami kecelakaan dan akhirnya patah hati. Di rumah sakit dia berteman dengan ana perempuan berusia 5 tahun bernama Alexandria yang tidak begitu fasih berbahasa Inggris. Roy mulai bercerita kisah fantasy pada Alexandria. Hingga akhirnya, Alexandria menyatukan antara dongeng dan realita dengan imajinasinya yang tinggi.

Roy bercerita tentang lima orang pendekar yang mencoba membalas dendam pada musuh yang sama, Gubernur Odious. Dimulai dengan kisah di lautan yang sangat indah (gambar yang di shoot di sini benar benar visually stunning).Di sini juga ditunjukkan bahwa gajah bisa berenang. Lalu ke lima pendekar mencari jalan untuk membunuh Gubernur Odious

Sementara itu, Roy memiliki alasan terselubung menceritakan dongeng kepada Alexandria. Pada akhirnya Roy malu pada dirinya karena memanfaatkan Alexandria untuk kepentingannya.

Credit title di awal film menyuguhkan gambar-gambar tentang pembuatan film dan adegan-adegan berbahaya yang dilakukan oleh stunt man. Adegan awal tersebut adalah cara keren sang sutradara Tarsem Singh untuk memperkenalkan tokoh utamanya, yaitu Roy Walker.

Lee Pace sebagai Roy Walker mampu menampilkan sosok Roy yang rapuh dan putus asa, namun sangat perhatian pada si kecil, Alexandria. Lee Pace dengan senyum manisnya dan body language membuat penonton merasa iba pada kondisinya dan melupakan sejenak perbuatan Roy yang memperalat Alexandria.

Alexandria diperankan oleh pendatang cilik asal Rumania, Catinca Untaru. Catinca Untara dengan wajahnya yang polos, benar benar belum begitu fasih berbahasa Inggris. Catinca mampu menghasilkan sosok Alexandria yang lugu, keceriaan, dan imajinatif.

Saat saat ALexandria harus mengulangi perkataannya agar Roy mengerti bahasa Inggrisnya adalah saat saat yang membuat penonton tersenyum dan geli. Demikian juga saat saat Roy mengulangi kalimatnya agar Alexandria mengerti membuat kita suka pada Roy yang penuh perhatian.

Chemistry antara Lee Pace dan Catinca untaru bukanlah hal gampang. Bahkan sang sutradara sempat meminta Lee Pace agar duduk di kursi roda ketika berkenalan dengan Catinca Untaru. Sepanjang film Catinca mengira Lee Pace cacat benaran.Dialog antara Roy dan Alexandria mengalir begitu original dan menyentuh perasaan tanpa Alexandria harus membuat wajahnya bersedih.

Sementara itu, Tarsem menggunakan detil yang cukup mengagumkan di film ini, seperti kota yang seluruh rumahnya dicat biru, perjalanan Black Bandit menggunakan gajah di lautan, Pakaian Lady Evelyn Everest yang merah, dan ada kipas di mukanya, sungguh eye catching. Belum lagi penari ala Turki yang  menggunakan pakaian yang sangat indah. Plot film ini hampir sempurna dan alurnya berjalan rapi.

Tersem benar-benar memanjakan penonton dengan pilihan warna yang indah, gambar yang cantik dan lokasi yang menawan, sehingga sejenak penonton lupa bahwa mereka berada di gedung bisokop dengan duduk di kursi yang kurang empuk.

Ketika keluar bioskop, saya masih terbayang perkataan antara Roy dan Alexandria yang lugu

“Are you trying to save my soul? Are you worried about me?

Lalu dengan akting natural dan lucu, Alexandria menjawab

“your what?” hehehe…

Kekuatan chemistry kedua pemain ini persis seperti dialog yang diucapkan oleh Roy Walker pada Alexandria

“we are a strange pair”.

Film ini akan menjadi fantasis bila penonton memiliki imajinasi yang sama besarnya dengan Roy dan Alexandria

My Rate : 9.35

.

About ceritafilm

I am a writer and movie maniac
This entry was posted in Movie. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s